PT SOLID GOLD BERJANGKA – Sebelum lebaran Juni nanti, dipastikan kantong PNS Sulut kembali full.

Dikarenakan gaji 13 akan dicairkan para kuartal II sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Neraca & Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati di kantornya.

PT Solid Gold Berjangka – Menurut Sri, dgn cairnya gaji 13 otomatis yg akan memberi kontribusi positif terhadap konsumsi pemerintah.

Bahkan, diyakini akan mengerek pertumbuhan ekonomi (PE).

“Efeknya, konsumsi lebih meningkat lagi,” katanya.

Selain gaji ke-13, sambung Sri, pemerintah yg bisa meningkatkan pengeluaran dari sisi pemberian dana bantuan sosial (bansos) & belanja modal lainnya.

“Belanja modal yg akan naik karena Presiden Jokowi fokus ke infrastruktur, nanti ada pemberian dana untuk infrastruktur ke beberapa daerah, ke perbaikan jalan yg cukup banyak,” jelas Sri.

Kendati memaksimalkan pengeluaran pemerintah, namun harus lebih dahulu mengamankan penerimaan negara untuk kebutuhan pengeluaran kuartal II.

Sehingga, kontribusi dari pemerintah pada Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II bisa maksimal.

Dia yg mengatakan, data BPS, pada tiga bulan pertama di tahun ini, pertumbuhan indikator konsumsi pemerintah hanya tumbuh 2,71 persen.

Namun mengalami peningkatan realisasi belanja negara, yakni mencapai Rp 400,1 triliun atau sebesar 19,23 persen dari total pengeluaran dlm Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (APBN) 2017 sebesar Rp 2.080,5 triliun.

Sementara, berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), penerimaan negara pada kuartal I lalu mencapai Rp 295,1 triliun atau memenuhi sekitar 16,9 persen dari total penerimaan yg ditargetkan pemerintah Rp 1.750,3 triliun.

Penerimaan terpantau lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2016 yg sebesar Rp 247,5 triliun atau 13,9 persen dari total penerimaan Rp 1.784,2 triliun.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2017 sebesar 5,01 persen dgn Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp 2.377,5 triliun & PDB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) sebesar Rp 3.227,2 triliun.

Kontribusi PDB berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 56,94 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 31,56 persen, ekspor 20,5 persen, konsumsi pemerintah 6,58 persen, & konsumsi Lembaga Non Profit yg melayani Rumah Tangga (LNPRT) 1,19 persen.

Terkait gaji 13, sebelumnya, Kemenkeu mengaku telah mempersiapkan anggarannya termasuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi PNS, TNI, Polri, & pejabat negara.

Dibenarkan, pembayaran gaji 13 & THR menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, menyebutkan saat ini pihaknya tengah menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) untuk pencairan gaji ke-13 & THR.

PP ini nantinya akan disahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

“Belum tahu, disiapin (PP) tapi belum tahu,” ujar Askolani di Gedung BPPK Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, waktu lalu.

Mengenai mekanisme pencairan gaji ke-13 & THR, Askolani mengaku belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Sampai saat ini, pihaknya masih menunggu PP dari Kementerian PAN-RB.

“Nanti tunggu PP-nya, masih sama Menpan-RB,” tutur Askolani.

Untuk diketahui, tahun ini, lebaran diprediksi jatuh pada 25 Juni 2017.

Gaji 13 sesuai dgn Peraturan Pemerintah yg diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun lalu meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, & tunjangan kinerja.

Untuk pejabat negara meliputi, gaji pokok, tunjangan keluarga, & tunjangan jabatan.

Sementara bagi penerima pensiun, berupa pensiun pokok, tunjangan keluarga, & tunjangan tambahan penghasilan.

Sedangkan THR diberikan sebesar gaji pokok.

Sekedar diketahui, pemerintah pada tahun lalu membayarkan gaji 13 kepada PNS, prajurit TNI, anggota Polri, & pejabat negara dlm waktu bersamaan di Juni 2016.

Anggaran yg digelontorkan sekitar Rp 14 triliun, terdiri dari Rp 7 triliun untuk gaji 13 & THR senilai Rp 7 triliun.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address