PT Solid Gold Berjangka – Hacker asal Yogyakarta ditangkap polisi karena meretas server perusahaan di Amerika Serikat dgn sebuah modus ransomware. Menurut pakar keamanan Alfons Tanujaya, modus ransomware merupakan metode pemerasan yg mudah bagi hacker.

Jadi sebenarnya (modus melancarkan ransomware) ini sudah menjadi metode pemerasan yg mudah, efektif, & murah,” kata Alfons.

Dijelaskan peneliti spesialis antivirus dari Vaksincom ini, ransomware awalnya dilancarkan secara massal tanpa mengincar target tertentu. Tapi, rupanya efektivitas ransomware massal rendah karena yg menjadi korban, umumnya pengguna rumahan yg tidak mau bayar sehingga persentase monetisasi ransomware ini rendah.

Read More : PT Solid Gold Berjangka | Bos Ojek Online Merapat ke Istana

Namun saat ramsomware yg mengincar pengguna korporat, justru sebaliknya, tingkat keberhasilan monetisasi yg lebih tinggi karena data korporat lebih berharga & kerugian bisa tidak beroperasi karena database-nya dienkripsi lebih besar dibandingkan membayar ransomware.

Karena itu, banyak korporat yg memilih membayar uang tebusan demi mendapatkan kembali datanya yg dienkripsi,” tuturnya.

Celakanya karena ini, kata Alfons, maka penyebar jenis malware tersebut makin menggila dalam menjalankan aksinya & kian banyak menyebarkan ransomware mengarah korban korporat, seperti dgn targeted email & sejenisnya.

Ditambah lagi, keberadaan internet yg sudah terkoneksi ini membuat penyebar ransomware bisa melakukan aksinya dari mana saja di belahan dunia. Apabila hacker tersebut skill-nya jago, bisa sulit terdeteksi.

“Perusahaan AS & Uni Eropa yg rata-rata mengandalkan data & bersedia bayar mahal kalau kena ransomware. Coba kena perusahaan Indonesia, gigit jari yg sebarkan ransomwarenya (karena) banyak yg rela input ulang database-nya,” pungkasnya.

 

(WDRT – Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address