PT SOLID GOLD BERJANGKA – Korea Utara mengatakan ‘siap menenggelamkan’ kapal induk Amerika Serikat yg berlayar menuju semenanjung Korea, spt dilaporkan media pemerintah.

PT Solid Gold Berjangka – Korea Utara mengatakan ‘siap menenggelamkan’ kapal induk Amerika Serikat yg berlayar menuju semenanjung Korea, spt dilaporkan media pemerintah.

Koran Rodong Sinmun edisi Minggu (23/04) dlm kolom pendapatnya memperingatkan kapal induk USS Carl Vinson bisa ditenggelamkan ‘dgn satu serangan’.

USS Carl Vinson diperkirakan akan tiba di kawasan semenanjung Korea pekan ini.

Pengerahan kapal induk tersebut merupakan perintah Presiden Donald Trump di tengah-tengah peringatan bahwa ‘kesabaran strategis’ AS atas ambisi nuklir Korea Utara sudah berakhir.

Ketegangan antara Washington & Pyongyang jg meningkat setelah peluncuran uji coba roket terbaru Korut yg gagal & parade militer besar-besarannya.

Kolom komentar di Rodong Sinmun (merupakan corong partai berkuasa, Partai Pekerja) mendampingi laporan Kim Jong-un yg mengunjungi satu peternakan babi.

“Pasukan revolusioner kami siap tempur untuk menenggelamkan kapal induk AS bertenaga nuklir dgn satu serangan,” tulis kolom tersebut & menambahkan serangan atas yg mereka sebut sbg ‘binatang kasar’ akan menjadi ‘contoh nyata untuk memperlihatkan kekuatan militer kami’.

Kronologi ketegangan terbaru AS-Korut

8 April: Militer AS memerintahkan unit tempur Angkatan Laut bergerak ke Semenanjung Korea

11 April: Korea Utara mengatakan akan mempertahankan diri dgn ‘kekuatan senjata yg berpengaruh’

15 April: Pemerintah Pyongyang menggelar parade militer besar-besaran lengkap dgn pameran rudal untuk mengenang 150 tahun bapak bangsa, Kim IL-sung. Sementara Wakil Presiden AS, Mike Pence, tiba di Korea Selatan.

16 April: Korea Utara melakukan uji coba roket, namun gagal

17 April: Pejabat senior Korea Utara mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan uji coba rudal ‘setiap minggu’ & Mike Pence memperingatkan Korut agar tidak ‘menguji’ Presiden Donald Trump.

18 April: Unit tempur Angkatan Laut AS menuju ke semenanjung Korea

Sementara koran pemerintah lainnya, Minju Joson, memperingatkan tentara akan ‘menangani tanpa ampun pukulan yg menghancurkan atas musuh-musuh sehingga mereka tidak bisa hidup kembali’.

Pekan lalu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson, dlm lawatannya ke Asia termasuk ke Indonesia mengatakan AS mengkaji semua status Korut, ‘baik dlm konteks negara yg mendukung terorisme & jg cara-cara lain yg bisa memberi tekanan kepada rezim di Pyongyang’.

Komentar itu ditanggapi Rondon Sinmun dgn menulis bahwa jika ‘serangan kekuatan super yg mendahului dilancarkan, maka akan memusnahkan langsung & total bukan hanya pasukan imperialis AS yg menginvasi Korea Selatan & kawasan sekitarnya tapi jg tanah AS dgn menghancurkannya menjadi debu’.

Korea Utara jg mengancam akan menyerang Australia dgn senjata nuklir jika tetap menjadi sekutu Amerika Serikat.

Pemerintah Pyongyang menegaskan program nuklirnya untuk pertahanan diri namun berupaya untuk mengembangkan senjata kecil yg cukup untuk membawa rudal balistik.

Bagaimanapun belum ada bukti mereka sudah mencapai hal tersebut atau sudah berhasil mengembangkan rudal yg mampu menjangkau sasaran jarak jauh.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address