Solid Gold | OPEC Sepakati Pemotongan Produksi Bikin Harga Minyak Melonjak

Solid Gold – Harga minyak mentah dunia melonjak sebesar 4 persen ke level tertinggi sejak 2015 pada hari ini, terpicu OPEC dan negara non-OPEC mencapai kesepakatan pertama mereka sejak 2001, terkait pembatasan produksi untuk mengendalikan kelebihan pasokan dan menopang pasar.

Melansir laman Reuters,  Senin (12/12/2016), harga minyak berjangka Brent, yang merupakan patokan internasional melonjak ke  posisi US$ 57,89 per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak Juli 2015.

Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah berjangka AS juga naik ke posisi US$ 54,51 per barel. Ini merupakan posisi tertinggi sejak Juli 2015.

Meski kemudian Brent dan WTI sempat turun menjadi US$ 56,55 dan US$ 53,70 per barel, namun keduanya masih naik lebih dari 4 persen dari posisi terakhir.

Harga minyak melonjak usai OPEC dan anggota non OPEC akhirnya menandatangani kesepakatan pembatasan produksi, setelah hampir setahun lembaga ini berdebat. Pasar kini fokus pada akan dipatunya perjanjian tersebut oleh negara anggota OPEC.

AB Bernstein mengatakan adanya kesepakatan periha pemotongan pasokan sebesar agregat 1,76 juta barel per hari (bph) dari 24 negara yang saat ini memproduksi 52,6 juta barel minyak per hari atau 54 persen dari pasokan minyak dunia.

“Beberapa penurunan pasokan dari anggota non-OPEC akan terjadi secara alami, tetapi sebagian besar memang berasal dari pemotongan secara sengaja,” ujar Bernstein.

Sementara ANZ Bank mengatakan bahwa Saudi Aramco, perusahaan minyak yang dikendalikan negara Arab Saudi, telah mulai menginformasikan pelanggan bahwa alokasi mereka akan berkurang pada Januari 2017, sejalan dengan komitmennya terhadap kesepakatan pemotongan produksi OPEC yang terakhir.

OPEC mengatakan akan memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari mulai 1 Januari, dengan eksportir Arab Saudi memotong sekitar 486.000 barel per hari dalam upaya untuk mengakhiri kelebihan minyak di pasar selama dua tahun terakhir.

Baca Juga ” Minyak Dunia Naik, Bagaimana Harga BBM di 2017″

Pemerintah kembali akan melakukan evaluasi harga BBM pada akhir bulan ini, untuk kemudian ditetapkan hasil keputusannya pada Januari 2017. Lalu apakah harga BBM akan naik, atau turun?

Ketua Komisi VII DPR RU Satya W Yudha mengungkapkan kemungkinan dari hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian ESDM, harga BBM akan naik.

Satya menilai, kenaikan harga BBM ini tidak terlepas dari naiknya harga minyak dunia sebagai dampak dari kebijakan negara-negara anggota OPEC yang sepakat memangkas produksi 1,2 juta barel mulai Januari 2017

Iya (bisa naik), karena harga BBM penentuannya mengacu pada Brent dan tidak lagi pada ICP,” kata Satya saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (10/12/2016).

Meski begitu, dirinya sudah menganggap kebijakan pemerintah yang mengevaluasi harga BBM setiap 3 bulan tersebut sudah tepat. Dengan demikian, masyarakat Indonesia akan terbiasa dengan mekanisme pasar.

Sementara di kesemapatan terpisah, EVP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro menilai meski harga minyak dunia naik, namun pihaknya mengembalikan keputusan itu kepada pemerintah.

Sebagai perusahaan pelat merah, dikatakan Wianda, Pertamina siap mendukung dan melaksanakan apa yang akan menjadi keputusan pemegang saham.

“Kami akan pantau selalu (harga minyak dunia), mengenai evaluasi sepertinya nanti dari Dirjen Migas yang putuskan,” tambah Wianda

Enter Your Mail Address