PT SOLID GOLD BERJANGKA – National Security Agency (NSA) menemukan celah keamanan yg sudah dalam tingkat parah pada Windows 10.

Padahal, sebelumnya Microsoft baru saja menghentikan dukungannya terhadap sistem operasi Windows 7 terhitung 14 Januari 2020, yg mungkin segera upgrade ke Windows 10.

Tentunya, hal ini membuat para pengguna PC, khususnya pengguna Windows 7, jadi dilema. Di saat ia harus pindah ke OS yg lebih baru, tetapi Windows 10 memiliki kecacatan dr segi keamanannya.

Sebagaimana dilansir Business Insider, dgn ditemukannya celah keamanan pada Windows 10, NSA kemudian mengimbau agar segera pengguna Windows 10 melakukan pembaruan software-nya.

Penemuan ini kemudian dilaporkan NSA kepada Microsot sebagai pemilik OS tersebut. Adapun penemuan celah keamanan oleh NSA ini terbilang unik, sebab itu sangat jarang dilakukan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat tersebut mengungkapkan penemuan kerentanan keamanan pada perusahaan swasta.

Readmore : PT SOLID GOLD BERJANGKA | 20 TAHUN PENSIUN, BILL GATES MASIH “SUPER KAYA”
“Bagi Pemerintah AS membagikan penemuan kerentanan pada vendor sangat jarang terjadi sebelumnya. Ini jelas pergeseran dr praktik reguler & membuat kerentanan tersebut layak diperhatikan,” tutur Amit Yoran, Pendiri Departemen Kesiapan Darurat Komputer AS & CEO Tenable.

Disebutkan, celah keamanan pada Windows 10 itu jadi incaran hacker utk membidik OS yg tidak ditambal alias tidak di-upgare. Celah tersebut memungkinkan hacker dapat meniru tanda tangan digital & penyedia terpercaya.

Apabila, orang mengunduh file berbahaya, hacker bisa mengakses informasi rahasia yg tersimpan di komputer kalian.

Mendapati kabar tersebut, Microsoft langsung mendeteksi serta memperbaiki bagian keamanan yg dinilai dapat ditembus. Hal ini sedikit banyak menenangkan pengguna Windows 7 yg akan beralih ke Windows 10.

 

Solid Gold Berjangka

Solid Gold

Enter Your Mail Address