PT Solid Gold Berjangka | SURABAYA – Hati-hati terhadap tindak kejahatan yang menyasar pengusaha di Surabaya. Ini seiring terungkapnya jaringan penipuan berkedok pengusaha yang dibongkar Tim Anti Bandit Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Ada tiga pelaku dalam jaringan ini yang diringkus tim Anti Bandit. Ketiga pelaku itu, yakni Yahya Rohim asal Jl Gili Surabaya, M Fahrizal warga Jl Petemon Kali Surabaya, dan Nasir alias Beddu asal Surabaya.

Sementara satu pelaku lainnya, masih dinyatakan DPO oleh polisi lantaran kabur.

Dalam menjalankan aksinya, kelompok ini memakai modus berkedok sebagai pengusaha.

Awalnya, tersangka Yahya mengaku bernama H Romli sebagai pengusaha ternak udang dan juga kontraktor.

Bersama komplotannya, dia berkeliling kota mencari target korban yang diketahui keluar dari hotel. Pelaku bertemu korban, Saldiman R (56), asal Banjarmasin yang menginap di salah satu hotel di Surabaya.

Selanjutnya oleh pelaku, calon korban diikuti setelah itu tersangka pura-pura berkenalan dengan korban. Setelah tahu korban merupakan pengusaha, tersangka membawa korban ke cafe terdekat diajak berbicara mengenai bisnis. Kemudian, tersangka pura-pura melakukan kerja sama dengan korban.

“Guna lebih meyakinkan korban, tersangka menunjukkan isi rekening yang direkayasa hingga senilai Rp 99.999.000.000. kepada calon korbanya, pelaku mengatakan jika isi saldo dalam ATM tersangka tersebut tidak bisa diambil”, kata Kapokrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Senin (18/12/2017).

ATM milik pelaku itu, kata Rudi, jika dilihat dari mesin ATM link tertulis minus karena ATM tersebut dibeli di Jakarta dari jaringan penipuan Rp 1 juta satu unitnya.

Begitu korban yakin, maka tersangka menyuruh korban untuk memperiihatkan saldo bank lewat ATM. Saat korban menombol nomer PIN untuk melihat saldonya, tersangka melihat tangan korban menombol PIN. Setelah itu tersangka lainnya mengajak ngobrol untuk mengalihkan perhatian, sedangkan tersangka satunya berpura-pura melihat ATM korban.

“Begitu korbannya lengah, tersangka menukar ATM milik korban dengan ATM jenis yang sama.Tapi saldonya kosong yang sebelumnya disiapkan oleh kelompok ini”, twrang Rudi.

Rudi berpesan, masyarakat harus selalu waspada terhadap orang yang batu dikenalnua. Jangan mudah percaya bujuk rayu.

“Apalagi memberikan PIN ATM ke orang lain, karena bisa jadi korban penipuan,” pesan Rudi.

Begitu berhasil, semua hasil kejahatan itu dibagi rata oleh setiap pelaku. Setiap kali aksinya, satu pelaku mendapat bagian masing-masing hingga Rp 5 juta.

Ketiga pelaku sudah beraksi di tiga kota, yakni Surabaya, Jakarta dan Bali. Mereka dibekuk pada, Minggu (17/12/2017) setelah petugas mendapatkan laporan dari korban Saldiman Riyadi (55), asal Banjarmasin.

Dari pengungkapan ini, polisi menyita beberapa handphone (HP), 13 ATM dengan jenis yang berbeda hasil penipuan, satu ATM BRI, 9 SIM card dan 9 kartu perdana.

Solid Gold
Solid Gold Berjangka

Enter Your Mail Address