PT SOLID GOLD BERJANGKA – KUALA LUMPUR. Kementerian Keuangan Malaysia akan membebankan biaya operasional yang lebih rendah kepada perusahaan telekomunikasi dalam penyediaan jaringan internet 5G dibandingkan dengan internet 4G yang banyak digunakan saat ini.

Menteri Keuangan Zafrul Abdul Aziz pada hari Kamis (25/11) menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan Digital Nasional Berhad (DNB), satu-satunya pemegang lisensi spektrum 5G di Malaysia, untuk menyediakan kemudahan dalam pemanfaatan 5G secara luas.

Dilansir dari Reuters, perusahaan telekomunikasi akan membayar DNB sebesar 350 juta hingga 400 juta ringgit per tahun untuk penyediaan 5G. Angkanya jauh lebih kecil dari investasi 4G yang mencapai 1 miliar ringgit per tahun.

“Penetapan harganya saat ini sedang menunggu persetujuan dari regulator industri. Mereka akan memastikan bahwa penetapan harga adil dan berdasarkan pemulihan biaya, dan tidak menghasilkan keuntungan,” ungkap Zafrul saat hadir pada sesi Parlemen.

Baca Juga: PT SOLID GOLD BERJANGKA | WHO: Vaksin Covid-19 hanya mengurangi penularan varian Delta 40%

Sebelum pengumuman ini disampaikan, sejumlah perusahaan telekomunikasi merasa dalam praktiknya nanti biaya bisa saja membengkak di luar perkiraan pemerintah.

Perusahaan telekomunikasi mengatakan, di bawah rencana penetapan harga yang diusulkan mereka dapat membayar lebih dari yang seharusnya. Rencana tersebut dinilai tidak memperhitungkan persyaratan tambahan yang terkait dengan masalah seperti volume lalu lintas dan biaya darurat.

“Saya yakin para perusahaan telekomunikasi akan menyambut baik penetapan harga itu ketika mereka diberitahu,” ungkap Zafrul.

Beberapa operator seluler utama Malaysia telah menyuarakan keprihatinan atas masalah transparansi dan harga jaringan internet 5G. Mayoritas belum setuju menggunakan jaringan 5G pemerintah yang rencananya akan meluncur bulan depan.

Sumber dari kontan.co.id, di edit oleh PT SOLID GOLD BERJANGKA

Enter Your Mail Address