PT Solid Gold Berjangka — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal semakin tertekan hari ini. Fluktuasi harga minyak mentah dunia memberikan sentimen negatif untuk pasar saham.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menjelaskan IHSG juga mendapatkan sentimen dari pelemahan sejumlah harga komoditas. Karena sentimen itu, ia memprediksi indeks bergerak dalam rentang support 6.122-6.144 dan resistance 6.209-6.252.

“Secara teknikal pergerakan masih berada dalam tren bearish (melemah) jangka menengah,” ungkap Dennies dalam risetnya, dikutip Selasa(30/3).

Dari dalam negeri, belum adanya data-data ekonomi yang bagus juga masih belum mampu mendorong pergerakan IHSG.

Senada, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya melihat IHSG berpotensi kembali mendarat di zona merah sore ini. Menurutnya, indeks akan bergerak dalam rentang support 6.078 dan resistance 6.238.

“Selama IHSG tidak dapat bertahan di atas resistance maka peluang koreksi wajar masih terbuka lebar,” kata William.

Meski begitu, William menyatakan pasar bisa memanfaatkan momentum jika IHSG hari ini benar-benar kembali bergerak di teritori negatif. Pasar dapat melakukan akumulasi beli atau pembelian secara bertahap.

“Akumulasi pembeliannya dengan target jangka panjang,” ucap William.

Ia menyarankan pasar mencermati sejumlah saham, seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Sumber cnnindonesia, diedit oleh  PT Solid Gold Berjangka

Enter Your Mail Address