PT SOLID GOLD BERJANGKA – BERLIN. Pemerintah Jerman telah menyiapkan aturan pembatasan yang lebih ketat untuk warganya yang tidak divaksinasi terhadap Covid-19.

Satu hari sebelumnya, Merkel mengakui bahwa saat ini gelombang keempat Covid-19 sedang menyerang Jerman dengan kekuatan penuh. Ia juga menggambarkan pandemi Covid-19 sebagai sesuatu yang dramatis.

Dilansir dari Euronews, semua orang yang tidak divaksinasi akan menerima pembatasan ke lebih banyak tempat umum, lokasi kerja, dan transportasi umum, bahkan jika tes menunjukkan mereka negatif Covid-19.

Pembatasan baru untuk tempat kerja dan transportasi umum juga diumumkan. Semua orang harus membuktikan bahwa mereka telah divaksinasi, sembuh dari Covid-19, atau menunjukkan bukti negatif Covid-19 untuk mendapatkan akses.

Baca Juga: PT SOLID GOLD BERJANGKA | Tanpa karantina, warga Indonesia yang mau ke Singapura harus ajukan izin masuk dulu

Sebelum aturan baru ini disampaikan, otoritas kesehatan Jerman telah mengeluarkan peringatan keras karena 65.371 kasus baru dilaporkan dalam satu hari. Kondisi ini membuktikan kekhawatiran yang disampaikan para ahli berminggu-minggu sebelum ini.

“Kita sedang menuju keadaan darurat yang serius. Kita akan mengalami Natal yang sangat mengerikan jika kita tidak segera mengambil tindakan pencegahan sekarang,” ungkap Lothar Wieler, direktur Institut Robert Koch, badan pengendalian penyakit Jerman.

Wieler juga mengingatkan pemerintah untuk secara signifikan meningkatkan angka vaksinasi nasional menjadi 75%, dari yang saat ini hanya 67,7%. Di beberapa wilayah, jumlahnya bahkan masih di bawah 57,6%.

WHO baru-baru ini melaporkan bahwa angka kematian akibat virus corona di Eropa telah meningkat 5% dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menjadikan wilayah Eropa menjadi satu-satunya wilayah di dunia di mana angka kematian akibat Covid-19 melonjak.

Dalam laporannya hari Selasa (16/11), WHO mencatat 28.304 kematian di Eropa dalam seminggu terakhir, dengan total kumulatif 1.480.768 kasus kematian. Dari 3,3 juta kasus baru Covid-19 yang dilaporkan secara global, 2,1 juta berasal dari Eropa.

Mengutip The Straits Times, Jerman jadi penyumbang kasus terbanyak kedua dengan 254.436 kasus, di bawah Rusia dengan 275.579 kasus, dan di atas Inggris dengan 252.905 kasus.

Sumber dari kontan.co.id, di edit oleh PT SOLID GOLD BERJANGKA

Enter Your Mail Address