PT Solid Gold Berjangka – Semenjak adanya kasus positif corona di Indonesia, imbauan kerja dr rumah atau work from home terus digaungkan pemerintah. Banyak pekerja dr berbagai sektor sudah menerapkan imbauan itu. Hal ini membuat pesanan penumpang bagi taksi online menurun drastis.

Para driver taksi online mau tak mau harus rela kehilangan insentifnya karena tak mencapai target. Setidaknya itu yg dirasakan oleh salah satu driver taksi online asal Cikarang, Bekasi.

“Saat ini kami sebagai driver taksi online sedang sedih sekali. Dari tanggal 20 Maret kemarin, para driver sudah mulai merasakan dampak corona, sudah tak ada penumpang karena semua sekolahan kan pada tutup, yg kuliah & yg kerja juga begitu,” ujar Tabrani.
Biasanya Tabrani mampu mengumpulkan pendapatan hingga Rp 1,3 juta per minggunya. Namun, sejak tanggal 23 Maret 2020 lalu, pendapatannya mentok di angka Rp 60.000-70.000 saja. Bahkan, hari ini Tabrani mengaku tak memperoleh satupun orderan penumpang.

“Saat ini utk makan sehari-hari saya & keluarga pakai uang setoran yg seharusnya terkumpul (sebagai tabungan) sekarang jadi habis utk makan seadanya, karena memang sedih sih, pendapatannya tidak ada lagi,” sambungnya.

Ia mengaku sedikit kecewa dgn pihak aplikator, sebab menurutnya tak memberi solusi maupun keringanan apalagi bantuan tambahan apapun utk kehidupan para driver taksi online. “Yah bagaikan pungguk merindukan rembulan pokoknya,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa turun tangan memberi bantuan bagi para driver taksi online maupun buruh lepas lainnya yg kesulitan menghidupi keluarga selama wabah ini terjadi.

“Kebijakan pemerintah soal perbankan menurut saya belum terkondisikan dgn baik, semoga bisa segera dibantu kami-kami ini yg mencari nafkah di jalan atau bisa dibilang buruh harian lepas,” pungkasnya.

Dihubungi terpisah beberapa waktu lalu, driver Ojol yg sehari-harinya mengangkut penumpang utk berangkat & pulang kerja juga mengalami sepi orderan. Hal itu diakui oleh Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono, yg juga aktivis ojek online.

“Saat ini aja kan statusnya work from home ya, bekerja dr rumah, itu saja sudah menurunkan penghasilan para ojek online secara signifikan. Khususnya yg layanan penumpang ya,” ujar Igun.

Menurutnya, sejak tiga hari pemberlakuan WFH di beberapa kantor, pendapatan ojek online turun. Igun bilang pendapatan driver ojek online turun hampir 50%.

“Turun, waktu hari pertama Senin tanggal 16 kemarin kan terjadi crowd transportasi umum kan, itu ada limpahan lah dr penumpang. Sekarang udah mulai sangat berkurang. Karena kan penumpang berangsur-angsur yg biasa rutinitas kerja menggunakan ojek online udah mulai di rumah,” ujar Igun.

 

Solid Gold Berjangka

Solid Gold

Enter Your Mail Address