PT SOLID GOLD BERJANGKA – Metro Jupentius Pernando Agustinus Limbong (34) menyesali perbuatannya.

Polrestabes Bandung menangkap pria berkepala plontos ini lantaran menipu sejumlah korban.

PT Solid Gold Berjangka – Sang polisi gadungan ini meraup Rp 1 miliar hasil aksi penipuan bermodus pendaftaran anggota Polri tanpa tes.

Personel Satreskrim Polrestabes Bandung mencokok Metro di Tasikmalaya, Jawa Barat, sekitar pukul 03.00 WIB.

Pelaku sempat buron setelah para korbannya melapor.

“Beberapa hari setelah para korban melapor, kami langsung menangkap pelaku di Tasikmalaya,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung.

Yoris menjelaskan, modus pelaku yaitu mendatangi calon korban ke sejumlah daerah di Medan, Sumatera Utara, untuk menawarkan jasa masuk jadi polisi tanpa tes.

Guna meyakinkan para korban, sambung Yoris, pelaku berpakaian dinas Korps Brimob berpangkat Iptu.

Tepatnya Agustus 2016, pelaku berhasil mendapatkan tiga orang korban.

Setiap korban mesti menyerahkan uang Rp 100 hingga Rp 200 juta.

Metro berdalih duit itu sebagai uang pelicin & biaya pendidikan.

Singkat cerita, polisi gadungan tersebut memboyong para korban mengikuti pendidikan di Kota Bandung.

“Pelatihan berlangsung di halaman kos-kosan di Dago Pojok Bandung.”

“Di sana mereka tes fisik & latihan menembak, ya layaknya polisi,” kata Yoris.

Pada Februari 2017, menurut Yoris, pelaku kembali mencari mangsa di Medan.

Metro mengelabui tiga orang.

Tipu muslihatnya serupa, para korban ini harus menyetor uang dgn jumlah yg sama.

Siswa gelombang kedua itu lalu mengikuti pendidikan yg sama dgn tiga korban sebelumnya.

Selama pelatihan, para korban menggunakan kaus coklat khas polisi.

Urusan biaya pendidikan & hidup korban di Bandung ditanggung Metro.

“Mereka (korban) setelah pelatihan enam bulan, mendapatkan surat tanda kelulusan polisi.”

“Gelombang pertama itu sudah dinyatakan lulus pendidikan & sudah dapat seragam Korps Brimob.”

“Tapi statusnya masih magang,” ujar Yoris.

Yoris menuturkan, para korban yg sudah lulus sempat menanyakan janji pelaku yg bakal memasukkan mereka ke Satuan Brimob di Surabaya.

Namun, Metro malah memberikan cuti kepada ketiganya & menjanjikan segera dilantik menjadi polisi.

“Tapi pelantikan itu ternyata tidak ada smp hari pelaksanaan.”

“Pelaku malah kabur & membawa uang para korban, uangnya sekitar satu miliar rupiah,” ucap Yoris.

Polisi menyita barang bukti berupa uang sebanyak Rp 265 juta, seragam polisi, satu mobil & satu motor.

Metro dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan yg ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Metro tidak banyak komentar.

Dia mengaku membeli satu mobil & satu motor serta belanja kebutuhan sehari-hari dari duit penipuan.

“Saya menyesali perbuatan saya. Saya akan meminta maaf kepada para korban,” kata Metro tertunduk lesu.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address