PT SOLID GOLD BERJANGKA – Cerita Perang Dunia II yg dituturkan sang kakek membekas dalam ingatan Muhlis Eso.

Muhlis yg kala itu masih berusia sepuluh tahun tergerak untuk mencari jejak peperangan tentara Amerika Serikat & Jepang di bumi Moro.

PT Solid Gold Berjangka – Kini, 26 tahun sudah Muhlis mengelilingi Pulau Morotai, masuk & keluar hutan mencari barang peninggalan perang untuk membuktikan cerita kakeknya.

Satu per satu barang yg dia temukan dikumpulkan dalam museum yg dia bangun di samping rumah gubuknya.

Benda-benda bersejarah bernilai tinggi itu semestinya bisa membuatnya kaya. Tapi, Muhlis memilih hidup penuh keterbatasan demi menyelamatkan sejarah penting dunia di Morotai.

BACA JUGA : “3 SRIKANDI” KEBANGGAAN INDONESIA

Semangatnya berapi-api ketika bertutur tentang Morotai dalam peta Perang Dunia II. Hampir semua jenis senapan ia hafal, lengkap dengan tahun pembuatan & penggunanya.

Untuk mencari barang peninggalan perang yg tertimbun tanah, Muhlis hanya menggunakan besi lot yg ia tusuk-tusukkan ke dalam tanah.

Dari setiap benturan & bekas goresan di besi, ia segera tahu benda yg terkubur di dalamnya.

Raut murung tergores di wajah Muhlis tatkala ia menceritakan benda-benda peninggalan perang di Pulau Morotai tiba-tiba diambil & dihancurkan untuk dilebur.

BACA JUGA : KORUT KEMBALI LUNCURKAN RUDAL BALISTIK

Pesawat tempur, tank amfibi, & mobil perang yg masih bisa ia lihat saat kecil kini hanya tersisa dua unit amfibi.

Aksi Muhlis ialah upaya kecil membuka Morotai sebagai gerbang Pasifik. Posisi Morotai yg strategis dalam Perang Dunia II menjadikannya sebagai bagian dari strategi lompat katak panglima perang Jenderal Douglas MacArthur untuk merebut kembali Filipina dari Jepang.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address