PT SOLID GOLD BERJANGKA – Kepolisian Kota Besar Surabaya melalui Sentra Pelayanan Keamanan Terpadu (SPKT), belum menerima adanya laporan kasus pemukulan yg menimpa Anggita Sari.

Menurut Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lili Djafar, dirinya mengatakan belum ada laporan tersebut hingga Rabu (16/11/2016) sore.

“Hingga sore ini kami belum terima akan adanya laporan dari korban model tersebut. Dan kami akan cek ke SPKT jika memang ada laporan penganiayaan ataupun kekerasan yg masuk di SPKT Polrestabes, ” tutur Kompol Lily Djafar di Polrestabes Surabaya.

PT Solid Gold Berjangka – Sementara itu, saat dikonfirmasi lebih lanjut, Anggita Sari mengaku serius untuk melaporkan RHT, pria yg ia tuding melakukan kekerasan padanya.

Namun ancaman yg ia terima dari pelaku membuatnya berpikir ulang.

“Aku seriusan bener mau lapor, tapi ada ancaman semalam. Sampai ke keluarga aku mau diabisin, itu yg bikin aku mikir ,” kata Anggita Sari.

Meski mengaku bisa melapor sendiri, ia memutuskan untuk melakukannya bersama pengacaranya.

“Besok aku usahain lapor Polrestabes sama pengacara aku. Sebenarnya sekali lagi aku bisa lapor sendiri,” tuturnya.

“Dan aku masih dapat teror kalau aku lapor sendiri,” kata Anggita Sari menambahkan.

BACA JUGA : ISIS : Trump Buat Pekerjaan Kami Lebih Mudah

Anggita Sari mengaku menjadi korban pemukulan yg dilakukan oleh seorang pria berinisial RHT.

Pria berumur 27 tahun ini baru dua bulan lalu bebas dari Rumah Tahanan Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, terkait kasus narkoba.

Anggita Sari menuturkan peristiwa yg terjadi di sebuah hotel di sekitar Jalan Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur.

“Saya hanya ingin keadilan di sini, karena saya tidak bisa bergerak. Jadi siapa pun saya memohon keadilan, karena saya ditampar hingga lebam di sekitar mata & hidung serta mulut saya. Saya sangat tidak terima karena perlakuannya melanggar hak asasi manusia,” tutur Anggita Sari.

Tak hanya menerima kekerasan, mantan model majalah pria dewasa ini menyebut ia juga disekap di hotel berbintang lima di kawasan segitiga emas di Surabaya.

“Saya sengaja tidak diberi kartu identitas agar saya tidak bisa bergerak, bahkan nomor iPhone saya juga disita & dilacak oleh dia agar saya tidak bisa ke Bandara Juanda,” ujar Anggita Sari.

Ia bahkan menyebut orang suruhan RHT yg dikenal sebagai bandar narkoba terus mengikutinya.

Anggita Sari menyebut ia mengenal RHT di Surabaya. “Dia itu orangnya cemburuan banget,” kata dia.

Atas perbuatan kekerasan ini, mantan kekasih terpidana mati Freddy Budiman ini hendak mengadu ke polisi.

Namun, di saat bersamaan ia malah merasa bahwa hukum bisa dibeli.

“Aku memang akan berencana melaporkan ke Polda Jatim & akan meminta keadilan di sana. Biar orang semua tahu kayak gimana hukum bisa dibeli siapa sih yg enggak nurut sama uang,” tutur Anggita Sari.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address