PT Solid Gold Berjangka | Saat ini, banyak berbagai jenis investasi yang tersedia untuk masyarakat luas.

Setiap jenis investasi tentunya memiliki peluang dan risiko yang berbeda.

Namun, tujuan utama investor berinvestasi untuk memperoleh keuntungan bukan?

Ya tentu saja, Anda bisa memulainya dengan berinvestasi Reksadana.

Sudahkah Anda kenal dengan Reksadana? Lalu, apa Pengertian Reksadana?

Pepatah bilang ‘Tak kenal maka tak sayang’ jadi harus kenal dulu, agar dapat berinvestasi dengan lebih maksimal!

Apa itu Pengertian Reksadana?

Reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana atau modal yang asalnya dari investor, dan diinvestasikan dalam bentuk portofolio investasi.

Kewenangan menginvestasikan modal tersebut ke dalam bentuk portofolio dilakukan oleh perusahaan perantara yang disebut Manajer Investasi.

Manajer Investasi di sini bertugas untuk melakukan pengelolaan terhadap modal yang telah dihimpun dari para investor, kemudian menempatkannya pada surat berharga seperti saham, obligasi, pasar uang dan lain sebagainya.

Periode yang ditawarkan dari Reksadana sendiri terbagi menjadi dua, yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Investor bisa memilih periode investasi mana yang dirasa cocok dengan keadaan dirinya sebelum berinvestasi.

Investor nantinya akan mendapatkan keuntungan lewat pembagian dividen atau bunga yang telah dibukukan pada NAB (Nilai Aktiva Bersih).

Kekayaan yang didapatkan oleh Reksadana wajib disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan Manajer Investasi.

Bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif.

Manajer Investasi akan mendapatkan fee yang dihitung berdasarkan persentase yang telah ditentukan dari nilai aset.

Biasanya persentase ini dicantumkan terbuka pada prospektus Reksadana yang dapat dibaca semua calon investor.

Sejarah Reksadana

Bagaimana? Sudah lebih kenal dengan investasi Reksadana? Eits, tapi belum lengkap loh kalau Anda belum mengetahui sejarah dari investasi yang satu ini.

Reksadana yang pertama kali terbit bernama Massachusetts Investors Trust pada 21 Maret 1924 di Amerika Serikat, dengan total nilainya yang mencapai US$392.000 (setara dengan Rp5,6 miliar) dimiliki oleh 200 investor.

Pada tahun 1929, nilai investasi saham jatuh sehingga mengakibatkan pertumbuhan dari Reksadana turut melambat.

ini mendapatkan respon dari pemerintah Amerika yang akhirnya mengeluarkan aturan tentang saham ini, sehingga terbitlah Securities Act of 1933 (UU tentang Surat Berharga 1933) serta Securities Exchange Act of 1934 (UU Bursa Saham 1934).

Dengan diterbitkannya aturan tersebut, informasi tentang pengelolaan Reksadana sendiri menjadi lebih transparan.
Pulihnya kepercayaan masyarakat terhadap investasi Reksadana ini menjadikannya terus berkembang hingga pada saat ini.

Jenis-jenis Reksadana

Berbicara mengenai peluang dan risiko dari Reksadana, Anda bisa mempelajarinya melalui jenis-jenis Reksadana yang tersedia.

Terdapat lima jenis Reksadana yang perlu Anda ketahui. Kelimanya memiliki karakteristik risiko dan jangka waktu yang berbeda. Ingin tahu? berikut ini penjelasan dari masing-masing jenis Reksadana:

1 Reksadana Saham

Reksadana saham merupakan cara investasi yang disarankan bagi orang yang memang sudah terbiasa dengan dunia investasi berbentuk portofolio. Sekitar 80% dari portofolio dikelola ke dalam efek bersifat ekuitas (saham).

Jenis investasi yang satu ini tidak disarankan untuk orang yang masih pemula, karena keberhasilannya baru akan terasa jika dalam jangka panjang.

Investasi ini memiliki peluang keuntungan dalam jumlah besar, tetapi tentu memiliki risiko yang besar pula.

Dalam jangka pendek, bisa jadi terjadi kerugian. Namun saat sudah mencapai jangka panjang, akan dicapai keuntungan dalam jumlah besar.

2 Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap merupakan investasi dalam bentuk efek utang. Dengan investasi ini, investor akan menerima pendapatan dengan nominal tetap setiap periodenya.

Tentunya hal ini lebih cocok bagi orang yang masih pemula dalam investasi Reksadana. Orang yang masih pemula cenderung akan memilih ini karena peluang kerugiannya lebih kecil dari Reksadana saham.

Keuntungan yang didapatkan dari Reksadana pendapatan tetap juga lebih kecil dibanding reksadana saham. Pemula yang memiliki waktu dan uang yang cukup bisa memilih reksadana dengan risiko tidak terlalu besar ini.

Baca Juga : PPATK Lacak Transaksi Duit PT SBL karena Penipuan Umrah | PT Solid Gold Berjangka

3 Reksadana Campuran

Reksadana campuran merupakan perpaduan antara reksadana tetap dan reksadana saham. Investasi yang dilakukannya berupa efek utang dan juga efek ekuitas.

Reksadana jenis yang satu ini bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan untuk berinvestasi di dunia efek. Dengan memilih reksadana campuran, investor berpotensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar jika dibanding dengan reksadana tetap.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan reksadana saham maka peluang keuntungan yang diperoleh lebih kecil. Tentunya risiko kerugian saat mengambil investasi reksadana campuran ini lebih kecil dari reksadana saham.

4 Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang ini bisa digunakan sebagai pilihan bagi orang-orang yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek dalam waktu kurang dari satu tahun.

Tentunya jangka waktu ini sangat pendek untuk ukuran sebuah investasi berjangka. Berbagai bentuk dari reksadana yang satu ini biasanya adalah SBI maupun deposito.

Tingkat risiko dari investasi yang satu ini memang yang paling rendah jika dibandingkan dengan jenis reksadana lain yang sudah disebutkan di atas.

Risiko yang rendah ini berbanding lurus dengan pendapatan yang diterima oleh investornya, di mana keuntungan yang diperoleh juga tidak besar.

5 Reksadana Index

Reksadana index merupakan salah satu jenis investasi yang dikelola secara pasif. Pengelolaan secara pasif ini menjadikannya tidak turut serta dalam jual beli yang ada dalam bursa.

Keuntungan atau kerugian yang akan didapatkan oleh investor biasanya sejalan dengan index yang selisihnya kecil.

PT Solid Gold Berjangka

Solid Gold

Enter Your Mail Address