Solid Gold Berjangka | JAKARTA – Semakin banyaknya modus penipuan yg mengatasnamakan Bea Cukai mendorong Bea Cukai melakukan inovasi layanan untuk mencegah tindakan kejahatan tersebut. Salah satu jenis penipuan yg sering terjadi yakni penipuan dengan modus barang kiriman.

“Jadi oknum penipu ini berpura-pura mengirimkan barang, lalu biasanya ada yg menghubungi penerima barang mengaku sbg petugas Bea Cukai mengatakan bahwa barang kirimannya tertahan di Bea Cukai. Oknum ini meminta penerima barang untuk mengirim sejumlah uang ke rekening pribadi, biasanya disertai ancaman apabila tidak menuruti permintaan oknum,” ujar Direktur Kepabeanan Internasional & Antar Lembaga, Robert Leonard Marbun, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Dia menjelaskan, oknum penipu biasanya memanfaatkan kondisi psikologis korban. Korban yg panik biasanya kurang waspada terhadap bentuk penipuan seperti ini.

“Pelaku biasanya memilih kantor Bea Cukai yg jauh dari calon korbannya, hal ini agar calon korban kesulitan untuk mengecek langsung ke kantor tersebut. Di sini pelaku mengesankan bahwa berurusan dengan Bea Cukai itu sulit sehingga calon korban akan mudah dipengaruhi,” tuturnya.

Selain itu perkembangan teknologi informasi yg sangat cepat membuat seseorang dapat dengan mudah membuat halaman phising, yaitu halaman palsu yg seolah-olah halaman resmi pelacakan barang kiriman.

Karena itu, Bea Cukai melakukan terobosan dalam memberikan pelayanan & kepastian kepada pengguna jasa. Saat ini telah dibuatkan halaman khusus pengecekan barang kiriman.

“Pengguna jasa dapat melakukan pengecekan secara mandiri terhadap barang kiriman dengan cara memasukkan nomor Airway Bill (AWB) atau nomor resi yg didapatkan dari pengirim barang. Apabila nomor AWB tersebut tidak ada dalam aplikasi kami maka patut diwaspadai bahwa itu adalah penipuan,” tambah Robert.

Kepala Subdirektorat Komunikasi & Publikasi Deni Surjantoro mengatakan, banyak pengaduan yg diterima melalui akun resmi Bea Cukai terkait penipuan yg mengatasnamakan bea cukai.

“Banyak yg sudah lapor, baik melalui facebook & twitter di @beacukaiRi maupun di @bravobeacukai,” ujar Deni.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan menggunakan layanan pengecekan yg disediakan Bea Cukai di alamat www.beacukai.go.id/barangkiriman.html, pengguna jasa dapat memantau pergerakan barang kiriman secara real time, selain itu pengguna jasa dapat mengetahui besaran pungutan bea masuk &/atau pajak impor yg harus dibayarkan.

“Selama ini kan agak rancu, masyarakat tahunya pungutan oleh Bea Cukai. Padahal tidak, bisa saja ada pungutan lain yg dibebankan perusahaan jasa titipan kepada penerima barang. Dengan layanan pengecekan ini bisa langsung dilihat berapa yg dibayarkan ke bea cukai? Jadi, kalau ada selisih yg lebih besar ya itu bukan bea cukai,” jelas Deni.

PT Solid Gold Berjangka
Solid Gold

Enter Your Mail Address