PT SOLID GOLD BERJANGKA – Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau yg lebih dikenal dengan nama Deddy Corbuzier menilai somasi yg dilayangkan Mario Teguh blunder.

Presenter yg juga mantan pesulap itu awalnya telah menerima somasi tersebut. Kemudian, ia mengungkapkan ketidakpahaman akan somasi itu.

PT Solid Gold Berjangka – “Saya, sih, baru dapat (somasi) hari ini karena dikirim ke studio. Ada beberapa hal yg menurut saya blunder,” ujar Deddy ketika ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.

Hal pertama yg dinilai blunder oleh Deddy adalah bahwa dalam somasi itu disebutkan dirinyalah yg mengundang Ario Kiswinar Teguh ke acara Hitam Putih.

Padahal, dikatakan Deddy, yg mengundang ialah pihak stasiun televisi yg menayangkan acara tersebut.

“Saya juga nggak ngerti. Dalam artian, disitu tertulis bahwa saya mengundang seseorang dengan nama Kiswinar tanpa sepengetahuan Bapak Mario Teguh. Pertama, yg mengundang itu bukan saya, yg ngundang itu stasiun TV. Saya nggak tahu beliau ngerti apa nggak hal ini. Harusnya, sih, beliau ngerti. Ini acara yg dipandu oleh saya, yg ngundang (Kiswinar), tv di acara saya,” tuturnya.

“Kedua, ‘tanpa sepengetahuan Mario Teguh’. Setahu saya… ini anaknya, bukan? Saya bingung. Katanya, Mas Kis udah tua. Kalau udah tua, kan harusnya nggak seizin bapaknya lagi. Tapi, haknya kan nggak ada untuk ngelarang orang berbicara. Jadi, menurut saya, ini blunder,” lanjutnya.

Lagipula, ujar Deddy, bukan dirinya yg menyebut Kiswinar ialah anak Mario, melainkan Kiswinar sendiri.

Selain itu, yg juga dinilai blunder oleh Deddy adalah mengenai Mario yg meminta hak jawab melalui wawancara ulang.

BACA JUGA : Mitos Penghuni Bumi Sebelum Manusia

Padahal, Deddy mengklaim pihaknya telah mengundang motivator ternama itu.

Namun, pengacara Mario mengatakan pihaknya belum menerima undangan yg dimaksud.

“Di surat tersebut juga minta ada hak jawab untuk wawancara ulang Mario Teguh & pihak saya harus ketemu pihak pengacaranya & sebagainya. Ya… kami nggak masalah, memang kami ingin beliau ada di acara kami,” ujarnya.

“Nggak perlu surat itu pun kami ingin & udah mulai diundang dari minggu lalu. Tapi, kata beliau, nggak ada undangannya. Kemarin sudah kami hubungi pengacaranya & dia mengatakan saya harus konfirm sama Pak Mario Teguh,” lanjut Deddy.

“Lha, kan disomasinya diminta untuk mengundang, sekarang pertanyaannya, kalau Pak Mario Teguh nggak mau, saya salah lagi, dong? Katanya, beritanya udah blunder ke mana-mana. Yang bikin blunder siapa?” ucap Deddy lagi.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address