PT SOLID GOLD BERJANGKA – Juru Bicara Pentagon Kapten Jeff Davis menyatakan, kapal perang Amerika Serikat menjadi target dari dua rudal yg diduga berasal dari wilayah Yaman yg dikuasai kelompok pemberontak Houthi.

PT Solid Gold Berjangka – Menurut Kapten Jeff Davis, kedua rudal ditembakkan pada saat USS Mason sedang berada di wilayah selatan perairan internasional Laut Merah.

Jarak waktu peluncuran antara rudal pertama & kedua sekitar 60 menit.

Davis mengatakan, kapal perang jenis perusak rudal-pemandu itu langsung melancarkan “langkah pertahanan” & tidak mengalami kerusakan apa pun.

Dia menyatakan, AS berkomitmen menjaga kebebasan bernavigasi.

Untuk itu, AS terus mengambil langkah untuk memastikan keamanan para awak & kapal tetap terlindungi.

Pemerintah Washington telah mendukung Arab Saudi dalam pertempuran menumpas pemberontak Syiah Houthi di Yaman.

Kelompok Houthi sendiri didukung oleh Iran & pasukan loyalis mantan Presiden Ali Abdullah Saleh yg digulingkan.

Namun, pada sabtu lalu, AS mengevaluasi kembali dukungannya terhadap Arab Saudi setelah pesawat tempur negeri minyak tersebut menyerang ibu kota Yaman, Sanaa, yg menewaskan sedikitnya 155 warga meninggal.

Petinggi Arab Saudi membantah bertanggung jawab atas serangan itu.

Pemerintah Saudi akan menyelidiki apakah pesawat tempur mereka terlibat serangan tersebut.

Usai serangan tersebut, Ali Abdullah Saleh menyerukan untuk meningkatkan eskalasi serangan kepada Saudi.

BACA JUGA : Ahok Minta Maaf Kepada Umat Muslim

Sebagai sekutu utama Houthi, Saleh meminta Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, &  Kepala Staf Gabungan Yaman untuk melakukan tindakan segera yg dilakukan guna mempersiapkan pertempuran di perbatasan Saudi & Yaman.

“Saya menyerukan kepada bangsa ini… untuk menghadapi agresi yg dilakukan Arab Saudi dengan seluruh kekuatan kita,” kata Saleh.

Houthi mulai menduduki Sanaa sejak September 2014.

Sebagai respons, Saudi & aliansinya di Arab mulai terlibat & mengintervensi perang tersebut pada Maret 2015 lalu setelah Houthi berhasil memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kabur ke Arab Saudi.

Saat ini Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, sementara pasukan loyalis Hadi yg bergabung dengan masyarakat lokal menguasai sisanya.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address