Solid Gold | Penipuan Transaksi Online Yang Perlu Di Waspadai

Solid Gold – “Kejahatan tidak hanya karena ada niat pelakunya namun juga karena ada kesempatan , waspada .. waspada ..!” kalimat tersebut sering diucapkan pihak kepolisian Indonesia yang menghimbau masyarakat agar lebih mawas diri dari tindak kejahatan. Dimana ada keramian disitu pasti ada tindak kejahatan , hal ini berlaku juga di dunia online. Semakin berkembangnya perilaku jual – beli online , semakin beragam pula cara – cara yang dipergunakan pelaku penipuan.

Kelemahan dari transaksi online adalah tidak bertemunya secara langsung antara penjual dan pembeli , kondisi seperti inilah bisa dimanfaatkan segelintir orang melakukan tidak penipuan. Lemahnya perundang – udangan informasi dan teknologi , juga menjadi salah satu faktor setiap invidu atau kelompok melakukan tindak kejahatan.

Masyarakat mesti pintar melakukan transaksi online , harus jeli dan tidak mudah tergoda bujuk rayu si penjual. Mereka akan menggunakan beragam cara untuk menyakinkan calon pembelinya bahwa hal tersebut bukanlah penipuan.
Foto Produk Orang Lain
Penipu biasanya mengambil foto produk orang yang sama dengan miliknya kemudian ditawarkan kepada calon penjual. Hal ini sering tidak disadari oleh calon pembeli , mereka suka lihat foto yang menarik harganya murah langsung dibeli. Setelah melakukan transfer , barang tidak kunjung datang dan penjual sulit dihubungi.

Kondisi lainnya adalah ketika sudah melakukan pembelian , uang sudah di transfer dan barang terkirim (di terima pembeli) ternyata kondisi tidak sama dengan foto. Ketika ingin melakukan konfirmasi terkait hal tersebut penjual sudah tidak bisa lagi di hubungi.

Transfer DP Dahulu
Penipuan modus ini seringkali terjadi saat transaksi jual – beli kendaraan bermotor baik itu roda dua maupun roda empat. Penipu akan menyakinkan calon pembeli kondisi kendaraan sangat baik dan suratnya komplit , setelah bicara kesana – kemari mereka akan minta DP dahulu dengan alibi agar tidak di beli orang lain. Setelah melakukan DP sejumlah sekian , maka penjual tidak bisa dihubungi lagi.
No.Rekenig Penjual
Sebelum memutuskan untuk membeli dan melakukan transfer , sebaiknya pastikan terlebih dahulu kemana harus menstransfer. Modus yang biasanya di pergunakan adalah , Penipu menghubungi salah satu Online Shop dengan menanyakan No.Rekening. Setelah mendapatkannya langsung menawarkan barang ke calon pembeli. Ketika sudah terjadi kesepakatan , penjual akan menginformasikan no.rekeing Online Shop tadi , sehingga pembeli melakukan transfer ke no.rekening online shop bukan ke no.rekening si penjual.

Bagaimana penjual mendapatkan uangnya ? , ia akan menghubungi pengelola online shop dan menyatakan kalau ada kesalahan transfer. So , pembeli akan berpucat pasi ketika sudah transfer tapi tidak ada barang yang nongol di depan rumah dan penjual sudah raib entah kemana.
Sulit Melakukan COD
Walau melakukan COD tidak menjamin 100% akan terhindar dari penipuan , namun cara ini setidaknya bisa meminimalkan terhindar dari kerugian. Modus penipuan biasanya akan sulit diajak transaksi secara COD , terutama jika kita bertransaksi di sosial media. Beragam alasan akan di ungkapkan agar kesepakatan terjadi secara online.

Situs Gratisan
Memang tidak semua online shop yang menggunakan situs gratisan itu adalah penipu , namun kecenderungan akan tindak penipuan itu lebih besar. Karena pengelola tidak terlalu mempedulikan brand website tersebut , yang penting mendapat calon pembeli hingga terjadi deal. Dalam jangka waktu beberapa minggu website tersebut sudah tidak ditemukan lagi / expired.

Solid Gold

Enter Your Mail Address