PT SOLID GOLD BERJANGKA – Tergolong dalam pulau pulau paling berbahaya di dunia.

PT Solid Gold Berjangka – Pulau ini dilarang dikunjungi karena jika anda berani mengunjunginya, maka pulau misterius ini akan membunuh anda.

Bukan berarti pulau ini bergerak lalu melakukan pembunuhan terhadap anda, namun hal ini diwakilkan oleh penduduk, maupun hewan atau tumbuhan yg ada didalamnya yg sepertinya tidak suka akan kedatangan orang lain ke tempat tersebut.

Inilah dia pulau misterius yg bisa membunuh pengunjungnya.

Pulau Hantu Poveglia Di Italia Utara

Pulau Hantu pt solid gold berjangka

PT Solid Gold Berjangka – Pada tahun 1379, Venice yg membawahi pulau Poveglia diserang armada Genoan & membuat para penghuni pulau tersebut diungsikan ke Giudecca.

Sementara pemertintah Venice memanfaatkan pulau yg sudah kosong ini sebagai pertahanan dengan membangun benteng Octagon.

Saat perang berakhir, di tahun 1661 para penduduk asli Poveglia ditawarkan untuk kembali ke pulau tersebut sekaligus membangun ulang pulau itu.

Namun mereka menolaknya & membuat pulau misterius itu tetap tidak berpenghuni.

Kisah menyeramkan mewarnai pulau ini.

Fungsinya pada dahulu kala sebagai tempat peperangan & karantina wabah penyakit menular membuat Poveglia dikabarkan jadi lokasi tewasnya 160 ribu jiwa.

Kenyataan ini membuat Poveglia dipercaya menjadi tempat puluhan ribu ‘arwah penasaran’ menampakkan diri.

Tidak sedikit warga yg mengalami pengalaman supranatural kala berkunjung ke sana.

Kisah menyeramkan lainnya terkait penggunaan pulau ini sebagai tempat penyembuhan pasien penyakit mental.

Dari desas-desus warga sekitar, saat itu ada sejumlah dokter ‘psikopat’ yg kerap menyiksa & membantai para pasien.

Sang dokter penjagal pun dikabarkan tewas melompat dari menara.

Hantu sang dokter dikabarkan kerap menampakkan diri kala malam hari.

Poveglia pun kini dikenal sebagai salah satu pulau angker yg ada di dunia.

Bahkan Pulau ini masuk dalam sejumlah acara supranatural populer seperti Ghost Adventurers & Scariest Place on Earth.

Poveglia juga masuk dalam acara reality show ‘Death in Venice: Demon Doctor’.

Pulau Ramree

Pulau Ramree pt solid gold berjangka

PT Solid Gold Berjangka – Pulau Ramree di burma adalah sebuah rawa-rawa besar yg merupakan rumah bagi sedikitnya 1000 buaya air asin , yg paling mematikan di dunia.

Juga rumah bagi nyamuk malaria & kalajengking berbisa yg dapat membunuh manusia dengan mudahnya.

Dan perlu diketahui selama perang dunia kedua , pulau ini adalah lokasi pertempuran selama enam minggu dalam kampanye burma.

Berikut ini adalah gambaran tentang salah satu malam yg mengerikan : “Malam itu [19 Februari 1945] adalah malam paling mengerikan yg pernah dialami oleh anggota kru perang .

Tembakan senapan yg bertebaran di rawa-rawa gelap gulita terganti dengan jeritan oleh orang yg terluka hancur di rahang reptil raksasa, & suara buaya yg sedang berenang mencari mangsa membuat neraka yg sangat jelas di hidup kami.

Dari sekitar 1000 tentara jepang yg memasuki rawa-rawa Ramree hanya sekitar 20 orang yg ditemukan hidup dengan anggota tubuh yg tidak lengkap . betapa mengerikannya pulau ini.

Pulau Sentinel Utara India

Pulau Sentinel pt solid gold berjangka

PT Solid Gold Berjangka – Sebuah pulau bernama Sentinel yg terletak di Teluk Benggala, India, & termasuk gugusan Kepulauan Andaman yg merupakan wilayah India.

Sekilas pulau ini tampak seperti sebuah pulau “surga tropis”.

Namun, ternyata pulau ini dianggap sebagai salah satu pulau yg paling sulit dikunjungi manusia.

Pulau yg berukuran sebesar pulau Manhattan, New York, itu dihuni komunitas penduduk asli yg sudah menempati pulau tersebut selama 60.000 tahun.

Selama itu pula suku Sentinel menolak modernisasi & selalu menanggapi kehadiran orang luar dengan kekerasan.

Bahkan, tercatat suku Sentinel sudah dua kali membunuh orang pada 2006, ketika kedua orang itu kedapatan mencari ikan di perairan Pulau Sentinel Utara.

Tak hanya itu, penduduk asli pulau tersebut kerap melemparkan batu & menembakkan panah ke arah helikopter atau pesawat terbang yg terbang rendah untuk melihat-lihat pulau tersebut.

Jauh sebelum itu, masih banyak kisah yg membuat bulu kuduk merinding tentang suku Sentinel.

Pada 1967, pemerintah India ingin mendata & melakukan kontak dengan suku Sentinel.

Bukannya bertemu, mereka selalu diserang oleh busur & anak panah di dalam hutan.

Pada tahun 1974, seorang sutradara film yg mengambil gambar North Sentinel Island juga terkena panah di bagian pahanya.

Lalu pada tahun 1980, sebuah lembaga dari pemerintah India memberikan bantuan & mereka meletakannya di pantai.

Saat meninggalkan pantai, keluarlah suku Sentinel & menyerang kapal dengan panah.

Yang lebih mengenaskan, sebuah peristiwa tahun 1896 yg terjadi pada seorang narapidana.

Kapalnya tak sengaja terdampar di North Sentinel Island & tubuhnya ditemukan banyak anak panah, serta tenggorokannya putus.

Peristiwa terakhir, terjadi pada tahun 2006 saat dua nelayan sedang memancing di sana.

Mereka ditemukan tewas & diperkirakan juga dibunuh oleh suku Sentinel.

Pemerintah India yg awalnya ingin menjalin hubungan & mendata masyarakat North Sentinel Island, harus mundur.

Segala daya telah dilakukan, namun suku Sentinel juga terus melakukan perlawanan seolah tidak mau kenal & disentuh oleh negara lain.

Padahal, North Sentinel Island termasuk pulau yg paling rawan terkena tsunami.

Hingga kini diperkirakan ada 50-250 orang Sentinel yg tinggal di sana.

Kondisi inilah yg menyebabkan informasi yg terkait pulau ini sangat minim & sejumlah foto yg dihasilkan tak lebih dari beberapa foto berkualitas rendah.

Begitu berbahayanya suku asli Pulau Sentinel, Pemerintah India bahkan mengkriminalkan siapa pun yg mencoba membuat kontak dengan penghuni Pulau Sentinel.

Bahkan, pemerintah India menyatakan ilegal berada dalam jarak tiga mil dari pulau itu.

Namun, meski ada larangan keras dari Pemerintah India, hal itu tak menghalangi para nelayan atau orang luar yg mencoba masuk ke pulau itu.

Ilha de Queimada Grande Pulau Ular Brazil

Pulau Ular pt solid gold berjangka

PT Solid Gold Berjangka – Ilha de Queimada Grande, pulau di lepas pantai Sao Paulo, Brasil menjadi sarang bagi salah satu ular paling mematikan di muka Bumi.

Ada banyak hewan melata tersebut di sana. Sejumlah orang meyakini, ada seekor ular berjenis golden lancehead viper (Bothrops insularis) di tiap meter persegi lahan di pulau itu.

Atau total berjumlah 4.000 ekor. Demikian menurut laporan Smithsonian.

Sementara, seperti dikabarkan Wall Street Journal, ada 5 ekor hewan melata itu di tiap meter persegi.

Untungnya, kenaikan permukaan air laut yg terjadi 11.000 tahun lalu, ular-ular itu terpisah dari daratan utama yg dihuni manusia.

Hewan-hewan tersebut juga berevolusi secara terpisah dengan para sepupunya di benua Amerika.

Hidup nyaman tanpa predator namun mangsa darat yg sulit didapat, 2 hal ini yg lantas terjadi, ledakan jumlah mereka tak terkendali, & ular-ular itu menjadikan burung-burung yg bermigrasi sebagai sumber makanan.

Agar burung yg menjadi mangsa tak lepas dari jangkauan, golden lancehead viper berevolusi untuk menghasilkan bisa yg 5 kali lebih kuat dari ular daratan.

Dengan racunnya itu mereka bisa menjatuhkan burung dengan segera.

“Saking kuatnya bisa tersebut, ia bisa melelehkan daging manusia, & membunuh orang dalam 1 jam,”.

Peluang seseorang tewas akibat gigitan golden lancehead viper adalah 7 persen.

Tak ada manusia yg menghuni Ilha de Queimada Grande, meski petugas Angkatan Laut merawat sebuah mercu suar otomatis yg ada di sana setiap tahun.

Penjaga mercu suar terakhir, istri, & 3 anak mereka konon tewas akibat gigitan ular mematikan itu di tahun 1920-an.

Rumor yg menyebar menyebut, keluarga malang itu sedang lari dari rumah menuju perahu, tak siap menghadapi serangan ular-ular yg ada di atas pohon.

Kini, seseorang hanya bisa berkunjung ke Ilha de Queimada Grande dengan izin dari Pemerintah Brasil.

Juga harus disertai dokter. Dan tak hanya ular, Brasil juga menjadi rumah bagi laba-laba yg paling berbisa di dunia.

BACA JUGA : Menikah Berdasarkan Cinta Atau Harta?

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address