PT SOLID GOLD BERJANGKA – Mengamati perkembangan film-film Hollywood, belakangan ini banyak yg ceritanya diadaptasi dari sebuah novel.

PT Solid Gold Berjangka – Bahkan untuk studio film sekelas Disney, mereka merekrut sutradara sekaliber Steven Spielberg untuk menuangkan novel The BGF ke layar lebar.

The BFG menyorot kisah persahabatan antara anak perempuan bernama Sophie dengan raksasa yg dipanggilnya sebagai BFG, singkatan dari “Big Friendly Giant” yg disebutkan oleh sang raksasa.

Keduanya bertemu ketika Sophie membuka beranda kamar asramanya panti asuhan tempat dia dibesarkan.

Setelah mereka bertemu untuk pertama kali, Sophie lalu dibawa ke kediaman BFG yg jaraknya sangat jauh dari tempat tinggal Sophie, sampai-sampai tak terlihat di dalam peta.

Sophie lalu menyadari bahwa BFG adalah raksasa baik hati yg selalu ditindas oleh raksasa lainnya karena ia tak mau memakan manusia, & malah membantunya.

Maka ketika Sophie menyadari profesi yg sedang dikerjakan oleh BFG, ia memiliki ide cemerlang untuk mengusir raksasa jahat dari negeri tempat tinggal BFG.

Mereka langsung menjalankan rencana ini, setelah para raksasa jahat menculik manusia dalam jumlah banyak untuk dimakan.

The BFG sekilas mengingatkan kita pada film animasi The Iron Giant yg mengetengahkan pertemuan antara robot baik hati & seorang anak laki-laki.

Bedanya selain wujud sang robot & raksasa tentunya dalam The BFG sang raksasa memiliki nasib yg lebih beruntung.

BACA JUGA : Rilis The Last Guardian Kembali Ditunda

Adegan lucu dalam film ini tak terlalu banyak diperlihatkan di awal film.

Justru kelucuan muncul ketika BFG bertemu dengan umat manusia yg ia takuti.

Di situ kita bisa melihat satu suasana yg tak pernah kita bayangkan dengan melibatkan orang-orang dalam kerajaan Inggris, termasuk ratu & para jenderal.

Melihat alur ceritanya, penggambaran keakraban Sophie & BFG dengan gaya Steven Spielberg kali ini malah membuat film The BFG bukan karya terbaiknya.

Namun setidaknya, penulis naskah film ini masih memiliki hati ketimbang harus memperlihatkan adegan kehancuran kota maupun pertempuran besar-besaran yg super megah.

Sayang memang, hingga ulasan ini ditulis, The BFG tak mampu bersinar di box office dunia.

Padahal, cerita film ini sangat cocok ditonton oleh anak-anak.

Meskipun memang, ada beberapa adegan tak masuk akal yg memperlihatkan Sophie masih sehat-sehat saja ketika ia seharusnya mengalami luka parah.

Bahkan, kebodohan para raksasa jahat, watak BFG yg terlalu polos, hingga tidak adanya manusia yg berhati jahat, membuat film ini kurang menantang bagi para penonton dewasa.

Namun begitu, The BFG bisa menjadi hiburan tersendiri untuk melepas penat kita dari pikiran-pikiran negatif.

Meskipun sudah hampir seminggu tayang di bioskop Indonesia, rasanya tak terlambat kalau kita memilih The BFG sebagai tontonan yg layak disaksikan di akhir pekan.

(Prz – PT Solid Gold Berjangka)

Enter Your Mail Address