PT Solid Gold Berjangka – RUU KUHP meluaskan definisi perkosaan. Salah satunya pelaku & korban bisa saja adalah suami atas istrinya/marital rape.

Dalam KUHP saat ini, perkosaan menyaratkan perkosaan terjadi apabila pelaku & korban tidak terikat perkawinan. Pasal 285 menyatakan:

“Barang siapa dgn kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dgn dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dgn pidana penjara paling lama dua belas tahun.”

Nah, definisi perkosaan dalam RUU KUHP mengalami pergeseran, yaitu bisa saja dilakukan oleh suami ke istrinya/perkosaan dalam rumah tangga.

“Dipidana karena melakukan perkosaan, dgn pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun,” demikian ancaman ke pemerkosa dalam RUU KUHP.

Apakah rumusan di atas hal yg baru? Ternyata tidak. Definisi serupa juga tertuang saat ini dalam UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Namun dalam UU PKDRT, tidak menggunakan istilah pemerkosaan, tetapi kekerasan seksual. Pasal 8 huruf a UU PKDRT berbunyi:

Kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c meliputi pemaksaan hubungan seksual yg dilakukan terhadap orang yg menetap dalam lingkup rumah tangga tersebut.Adapun Pasal 46 UU PKDRT berbunyi:

Setiap orang yg melakukan perbuatan kekerasan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a dipidana dgn pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 36 juta.

Baca Juga : PT SOLID GOLD BERJANGKA | Kanker Jadi Penyebab Kematian Tertinggi pada Orang Kaya

sedikitnya sudah ada 2 kasus yg dikenakan pasal tersebut. Kasus pertama terjadi di Denpasar pada 2015. Yaitu Tohari memperkosa istrinya yg sedang sakit-sakitan. Beberapa pekan setelah itu, Siti meninggal dunia.

Atas hal itu, PN Denpasar menjatuhkan hukuman 5 bulan penjara kepada Tohari. Kasus kedua yaitu Hari Ade Purwanto memaksa istrinya berhubungan badan di sebuah hutan di Pasuruan, Jawa Timur pada 2011.

Hari beralasan sudah kewajiban istri melayani suami, sesuai agama yg ia yakini. Namun pembelaan diri Hari ditolak & akhirnya dihukum 16 bulan penjara. Putusan itu bergeming hingga tingkat kasasi dgn ketua majelis hakim Prof Komariah E Sapardjaja serta hakim anggota Suhadi & Salman Luthan.

Solid Gold Berjangka

Solid Gold

Enter Your Mail Address