PT Solid Gold Berjangka  | Pencegahan Virus Zika , Kemenkes Periksa Ketat Pendatang dari Singapura

PT Solid Gold Berjangka – Ditemukannya kasus Zika di Singapura membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meningkatkan kewaspadaan kemungkinan virus tersebut masuk Indonesia. Hal itu lantaran negara Singa tersebut berbatasan langsung dengan Batam, sehingga banyak orang yang datang dari Singapura atau sebaliknya.

“Untuk meningkatkan awareness kepada seluruh petugas kesehatan dan masyarakat, saya telah mengeluarkan surat perintah kepada seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan yang ada di seluruh pintu masuk untuk melakukan surveilans dan pemantauan lebih teliti lagi,” ujar Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes, dr. H. Mohammad Subuh,

Dr. Subuh menjelaskan untuk mencegah dan mendeteksi penularan Zika dari penumpang yang masuk ke Indonesia melalui Singapura, maka mereka akan diberikan health alert card di setiap pintu masuk bandara.

“Bentuk kartunya sederhana. Tapi ada peringatan yang memberikan informasi, kalau dalam 10 hari Anda di rumah mengalami gangguan kesehatan, dengan ciri-ciri demam tinggi, ada ruam atau bercak pada kulit. Jika menemukan itu segera melapor ke fasilitas kesehatan yang ada seperti puskesmas atau rumah sakit dengan membawa kartu tersebut,” lanjut Subuh.

Pemberian health alert card untuk memonitor penumpang yang diduga terinfeksi virus Zika selain melakukan screening dan pemeriksaan melalui thermal scanner. Penggunaan thermal scanner sendiri baru optimal bila seseorang yang terinfeksi sudah masuk ke dalam masa inkubasi dari virus Zika yaitu tujuh sampai 10 hari. Namun jika masih di hari kelima belum menunjukkan gejala demam.

“Sehingga akan underutilize untuk kita pantau atau monitoring”, tambah Subuh.

Upaya untuk pencegahan virus Zika ini diharapkan bukan dilakukan hanya oleh pemerintah saja, tapi juga dibutuhkan peran aktif dari masyarakat.

Baca juga ” Pencegahan Virus Zika Sama Seperti DBD Dengue

Kepala Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Timur Kornelis Kodi Mete mengatakan pola pencegahan virus Zika sama seperti demam berdarah dengue.

“Pola pencegahannya sama seperti DBD yakni hidup sehat melalui pola 3M yaitu menimbun, menguras, dan menutup setiap tempat air dan sampah serta pengasapan jika dibutuhkan,” kata Kornelis Kodi Mete kepada Antara di Kupang,

Menurut dia, sejauh ini virus Zika belum masuk ke daerah itu, setelah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menemukan virus Zika pada 2015 ketika meneliti sampel darah dari daerah endemi demam berdarah dengue di Jambi.

“Sampai saat ini kami dapat memastikan bahwa virus itu belum masuk ke wilayah NTT, tetapi upaya antisipasi terus dilakukan,” katanya.

Dia mengatakan, Dinas Kesehatan di seluruh NTT telah diinstruksikan untuk terus melakukan sosialiasi, dan upaya antisipasi dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola hidup sehat.

Mantan Bupati Sumba Barat Daya ini mengatakan gejala virus Zika sama dengan demam berdarah, sehingga masyarakat diingatkan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam melakukan pencegahan.

Jika masyarakat merasakan adanya gejala penyakit ini, maka segera ke tempat layanan kesehatan untuk diperiksa agar tidak membawa dampak lebih buruk, katanya.

Dia menambahkan, upaya lain yang dilakukan untuk mencegah masuknya virus Zika adalah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memeriksa setiap WNI, terutama dari luar negeri.

“Kami akan koordinasi dengan pihak imigrasi di setiap bandara dan pintu masuk luar negeri seperti perbatasan RI-Timor Leste,” katanya.

Namun menurut dia, tidak semua pendatang akan diperiksa. Pemeriksaan hanya dilakukan kepada pendatang dari sejumlah negara yang diduga merupakan basis endemik virus tersebut, katanya. ( RDI – PT Solid Gold Berjangka )

Enter Your Mail Address